Senin, 15 Februari 2016

Homeschooling Tak Sekedar untuk Gengsi, Ini Manfaat Lainnya!


Banyak yang menganggap homeschooling Indonesia masih sebatas wacana dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pendidikan anak. Bahkan banyak yang menganggap bahwa HS atau homeschooling ini hanya bertujuan untuk menaikkan gengsi. Padahal sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar. Memang ada beberapa orang yang memutuskan untuk melakukan program HS tanpa pertimbangan yang matang. misalnya hanya karena sang buah hati tidak mau lagi sekolah, bahkan ada juga yang hanya karena ikut-ikutan.

Padahal sebenarnya ada banyak manfaat dari HS yang bisa didapatkan. Namun tentunya jika dijalankan sesuai dengan kaidah yang seharusnya. Seperti misalnya :

  1. Mentor yang mengajar adalah mentor yang berkualitas, baik dari sisi latar belakang pendidikan maupun dari sisi kepribadian.
  2. Kurikulum yang dikembangkan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Baik dari sisi usia maupun dari sisi pengajarannya. Karena masing-masing anak tentu memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda.
  3. Pastikan ujian yang diselenggarakan oleh program HS ini bisa diakui oleh institusi pendidikan dimanapun.

Jika program HS yang Anda ikuti sudah memenuhi kondisi dan kriteria diatas, maka tentu Anda bisa merasakan manfaat homeschooling yang sebenar-benarnya. Tapi kondisi ini tentu hanya bisa dipenuhi oleh homeschooling terbaik Indonesia, seperti Primagama misalnya. Adapun manfaat yang dimaksud antara lain yaitu :

  • Anak akan merasa lebih nyaman dalam belajar dan mendapatkan langsung apa yang mereka butuhkan sesuai dengan bidang yang mereka minati.
  • Membuat anak lebih fokus belajar dan mengerti apa yang mereka inginkan.
  • Tercipta ikatan yang kuat antara anak dan orang tua. Karena bagaimanapun HS tidak akan pernah berhasil tanpa peran orang tua. Sehingga akan lebih baik jika HS ini dipilih oleh orang tua yang salah satunya di rumah atau tidak bekerja.


Khusus untuk Homeschooling Primagama Bandung sendiri, memiliki semua kriteria di atas. Jadi, sebelum program dimulai, orang tua akan diajak berdiskusi sebelum dipilihkan kurikulum yang pas bagi peserta didik. Tentunya tak banyak Homeschooling Indonesia yang melakukan hal ini bukan? Diskusi ini tidak hanya melulu dilakukan dengan orang tua, tapi juga dengan peserta didik. Sehingga tercipta sebuah pemahaman yang sama antara orang tua, anak didik dan juga mentor. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar